Halaman Ilmu-nya Agung Riksana


Larangan mencari-cari Masjid (yakni memilih-milih atau berpindah-pindah masjid)
May 29, 2008, 8:33 am
Filed under: Hadits Ash-shahih

Diriwayatkan dai Abdullah bin Umar Radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda:

“Hendaklah seseorang shalat di masjid yg paling dekat dengannya dan janganlah ia mencari-cari masjid”

Hadits sahih, silakan lihat Silsilatul Ahaadiitsish Shahihah (2200)

Kandungan Bab, menurut Syaikh Salim bin Ied al Hilali Rahimahullah:

Al Manawi berkata dalam Faidhul Qadiir (V/392): “Yakni, janganlah ia shalat sekali waktu di masjid ini dan pada waktu lain di masjid lain pula dengan berpindah pindah, karena perbuatan seperti itu tidak baik.”



Wanita Ahli Surga Dan Ciri-Cirinya
May 29, 2008, 8:05 am
Filed under: Fatawa al Mar'ah
Ahad, 27 Juli 2003 – 08:46:16
Penulis: Azhari Asri dan Redaksi

Setiap insan tentunya mendambakan kenikmatan yang paling tinggi dan abadi. Kenikmatan itu adalah Surga. Di dalamnya terdapat bejana-bejana dari emas dan perak, istana yang megah dengan dihiasi beragam permata, dan berbagai macam kenikmatan lainnya yang tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, dan terbetik di hati.

Dalam Al Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang menggambarkan kenikmatan-kenikmatan Surga. Diantaranya Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

“(Apakah) perumpamaan (penghuni) Surga yang dijanjikan kepada orang-orang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamr (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai dari madu yang disaring dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka sama dengan orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya?” (QS. Muhammad : 15)
(more…)



Keluar dari OPEC, Indonesia Hemat US$2 Juta
May 29, 2008, 5:54 am
Filed under: Ekonomi

JAKARTA–MI: Indonesia menghemat dana sebesar US$2 juta per tahun setelah keluar dari keanggotaan kartel minyak dunia OPEC, sehingga dapat digunakan untuk menambah alokasi untuk pos-pos belanja lainnya.

“Lagipula bayar (iuran) nya mahal,” kata Meneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzeta usai membuka Lokakarya National Development Planning: Response to Climate Change’ di Gedung Bappenas Jakarta, Kamis (29/5).

Ia mengatakan, status Indonesia sebagai net oil importer membuat Indonesia lebih baik berkonsentrasi pada peningkatan produksi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, bukan pada pengaruh dalam menentukan harga minyak dunia. “Kita konsentrasi ke dalam saja,” jelasnya.

Indonesia merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang menjadi anggota OPEC sejak 1962 karena produksi dan cadangan minyak yang cukup tinggi sehingga dapat mempengaruhi harga minyak dunia.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kapasitas produksi Indonesia mengalami penurunan signifikan, bahkan harus melakukan impor, terutama minyak produksi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. (Ant/OL-01)



Penerapan Pembedaan Harga BBM untuk ‘Smart Card’ Dipercepat
May 29, 2008, 5:52 am
Filed under: Aktualita Sosial Masyarakat

JAKARTA–MI: Pemerintah akan mempercepat penerapan pembedaan harga jual bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan bermotor yang menggunakan smart card dan tidak. “Segera setelah smart card diterapkan pada September mendatang. Dalam tahun ini juga perbedaan harga akan diberlakukan sampai mencapai harga keekonomian,” kata Kepala Badan Pengatur Kegiatan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Tubagus Haryono di Jakarta, Rabu (28/5). Menurutnya, pemerintah memang berencana menerapkan perbedaan harga jual BBM untuk pengguna smart card, yakni kendaraan umum dan roda dua dengan kelompok kendaraan bermotor lainnya yang tidak menggunakan smart card. Saat ini, lanjut Tubagus, tender pengadaan smart card masih menunggu verifikasi data populasi kendaraan umum dan roda dua di Pulau Jawa. Verifikasi data ini, diharapkan selesai dalam 1-2 hari mendatang. “Smart card yang akan dibagikan kan harus sesuai dengan jumlah kendaraan yang ada di Pulau Jawa. Kalau datanya keliru, nanti akan jadi masalah,” katanya. Menurut data BPH Migas, populasi kendaraan pengguna solar di wilayah Jawa dan Bali sebanyak 2,732 juta kendaraan. Sedangkan pengguna premium mencapai 20,299 juta. Menurutnya, tidak mudah membangun sistem smart card di seluruh SPBU yang ada di wilayah Jawa agar terhubung dengan sistem yang ada di BPH Migas. Jumlah SPBU Pertamina yang ada di Jawa saat ini diperkirakan mencapai 3.000. Penunjukkan pemenang tender, katanya, akan dinilai berdasarkan kehandalan sistem, cakupan wilayah, dan biaya yang dikeluarkan. “Pemenangnya bisa saja membentuk konsorsium karena jumlah yang harus disediakan banyak,” tambahnya. Sementara itu, anggaran Rp300 miliar yang disiapkan Departemen Keuangan, menurut Tubagus, diperkirakan hanya cukup untuk investasi awal pembangunan sistem smart card. Oleh karena itu, BPH Migas akan menghitung ulang kebutuhan biaya penerapan smart card.(Pia/OL-01)



Jumlah Penduduk Miskin Melonjak
May 29, 2008, 5:36 am
Filed under: Aktualita Sosial Masyarakat

ANTREAN BLT Ratusan warga Kelurahan Kemijen, Sawah Besar dan Kaligawe harus antre di bawah terik matahari untuk mencairkan dana bantuan langsung tunai (BLT) di Kantor Pos Besar Johar, Semarang, Jawa Tengah, kemarin. JAKARTA (SINDO) – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akan menyebabkan jumlah penduduk miskin dan penganggur melonjak. Berdasarkan analisis Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI),jumlah penduduk miskin pada akhir 2008 akanmencapai41,1jutajiwa(21,92%), naik 4,7 juta jiwa dibandingkan Maret 2007 yang sebesar 37,2 juta jiwa (16,58%). ”Kenaikan harga BBM meningkatkan garis kemiskinan menjadi Rp195.000/orang/bulan sehingga semakin banyak masyarakat yang menjadi miskin,” kata peneliti ekonomi Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2E LIPI) Maxensius Tri Sambodo di Jakarta kemarin. Simulasi dampak sosial ekonomi kenaikan harga BBM yang dirilis P2E LIPI menunjukkan,program bantuan langsung tunai (BLT) hanya mampu menahan 12 juta orang untuk tidak jatuh miskin. Bila tanpa BLT, jumlah orang miskin diperkirakan mencapai 53,7 juta jiwa (28,64%). ”Kami sama-sama memakai parameter BPS (Badan Pusat Statistik), yaitu merupiahkan nilai kalori makanan setara 2.100 kalori per hari,” tutur dia. Dia menjelaskan, perhitungan jumlah penduduk miskin tahun 2007 oleh BPS menggunakan garis kemiskinan Rp166.697/orang/bulan. Inflasi yang diperkirakan mencapai 11,2% pada 2008 membuat harga barang kebutuhan pokok menjadi mahal sehingga menaikkan garis kemiskinan menjadi Rp195.000. ”Satu hal yang perlu dicatat,manakala BLT berhenti, jumlah penduduk miskin akan melonjak,” imbuh peneliti senior P2E LIPI Wijaya Adi. Hal yang sama juga terjadi pada angka pengangguran.Kenaikan harga BBM diproyeksikan membuat 348.116 orang kehilangan potensi mendapatkan pekerjaan. Alasannya, kenaikan harga BBM membuat pertumbuhan ekonomi tahun ini berpeluang turun dari target semula 6,4% menjadi hanya 6%. Kenaikan biaya produksi yang diiringi penurunan daya beli masyarakat menyebabkan kapasitas produksi nasional terpangkas. Penurunan itu membuat penyerapan tenaga kerja setiap sektor ekonomi ikut berkurang. ”Semenjak krisis, tingkat kapasitas produksi turun. Setelah kenaikan harga BBM, kapasitas ini kembali turun sekitar 10%,”imbuhnya. Di sisi lain,Adi menuturkan, kebijakan menaikkan harga BBM bukanlah solusi akhir.Sebab,penghematan anggaran yang diperoleh dari kenaikan harga BBM lebih sedikit dibandingkan biaya kompensasi dan potensi ekonomi yang hilang akibat kebijakan itu. Total ongkos ekonomi yang muncul diperkirakan mencapai Rp45,6 triliun, sedangkan penghematan anggaran hanya Rp34,5 triliun. Biaya itu antara lain nilai riil uang yang hilang akibat tergerus inflasi sebesar Rp10,5 triliun dan potensi pertumbuhan ekonomi yang terpangkas 0,4% sebesar Rp15,8 triliun. ”Hitungannya sederhana, 0,4% dikalikan nominal PDB (produk domestik bruto) sebelum kenaikan (6,4%),” urai Maxensius. Di tempat terpisah,Kepala Ekonom Bank Mandiri Martin Panggabean menilai pemberian BLT tidak akan mampu mengembalikan daya beli masyarakat. Menurutnya, dampak BLT terhadap penguatan daya beli masyarakat hanya bersifat temporer, yakni selama dana itu diberikan kepada masyarakat. Apalagi bila pemerintah tidak mampu menyediakan instrumen lain untuk menaikkan daya beli masyarakat miskin. ”Jadi BLT hanya untuk penguatan dalam masa transisi kepada masyarakat berpendapatan rendah supaya mereka jangan terkena pukulan terlalu berat. Lalu, kalau itu sudah selesai diberikan, apakah harga barang-barang kebutuhan tidak turun? Kantidak,”lanjut dia. Minta Insentif Sementara itu, kalangan dunia usaha meminta pemerintah agar menghapuskan pungutan-pungutan/ biaya retribusi pelayanan usaha. Sebab, sesungguhnya, biaya pelayanan sudah masuk dalam anggaran rutin pemerintah, baik pada APBN maupun APBD. Menurut Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Djimanto, penghapusan pungutan/biaya retribusi diperlukan kalangan pengusaha sebagai kompensasi atas permintaan pemerintah agar pengusaha menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK) pascakenaikan harga BBM. ”Jika dilakukan, hal itu dapat mengurangi biaya produksi 10–15%,”ujarnya. Djimanto menuturkan, penghapusan biaya retribusi juga cukup membantu kinerja perusahaan agar tetap berkelanjutan tanpa harus menaikkanhargajualproduk.” Ini bisa mengimbangi daya beli masyarakat yang turun akibat inflasi pascakenaikan harga BBM bersubsidi,”katanya. Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sandiaga S Uno mengatakan, pihaknya cukup mendukung bila pemerintah mau memberikan insentif bagi dunia usaha. Hal ini merupakan kompensasi bagi dunia usaha pascakenaikan harga BBM. Menurut Sandiaga, pemberian insentif sebaiknya ditekankan pada industri padat karya. Sebab, industri ini cukup berperan dalam menyerap angkatan kerja. (muhammad ma’ruf/ zaenal muttaqin)



Ilmu dan Amal
May 29, 2008, 3:15 am
Filed under: Hadits Ash-shahih

Dari Abis al Ghifari, ia berkata, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Segeralah beramal sebelum datang enam perkara berikut: Kepemimpinan orang Jahil, menjamurnya aparat-aparat keamanan, pemutusan tali silaturahim, hukum diperjualbelikan, nyawa tidak ada harganya, munculnya generasi yg menjadikan al quran sebagai nyanyian. Orang-orang mempersilakannya maju padahal ia bukanlah orang yg paling paham dan paling berilmu. Mereka mempersilakannya maju semata-mata karena ia bisa menyenandungkan Al Quran buat mereka!”

Hadits Sahih, sebagaimana telah dijelaskan oleh Syaikh al Albani dalam Silsilatul Ahaadiitsish Shahiihah (979)

kandungan Hadits, menurut Syaikh Salim bin ‘Ied al Hilali:

Jahil terhadap maqaashid syariat dan membicarakannya atas dasar dugaan dan prasangka belaka serta mengomentarinya hanya dengan pandangan sekilas saja tidaklah termasuk ilmu yg berguna. Oleh sebab itu Rasulullah Shallahu alihi wa sallam mensifati kaum Khawarij- yg keluar dari islam sebagai mana anak panah melesat dari busurnya- bahwa mereka membaca al Quran tapi tidak melewati kerongkongan mereka. yakni bacaan itu tidak meresap ke dalam hati mereka. Sekiranya meresap ke dalam hati, tentu akan bersemayam kokoh dan bermanfaat baginya sebagaimana dikatakan oleh Abdullah bin Mas’ud. Mereka berpuas diri dengan pemahaman yg dangkal. Mereka hanya berpatokan kepada makna harfiah atau arti tekstual saja.

Lemah pandangan dan lemah agama serta minimnya pengetahuan tentang agama. Tidak mengetahui rahasia dan maksudnya, sehingga ia menganggap dirinya masuk dalam barisan ulama atau fuqaha. Padahal ia termasuk dalam deretan orang2 jahil. ia berkutat dengan secuil ilmu yang ia miliki, tanpa pegangan dan tanpa ikatan. ia hanya melihat secara garis besar saja dan belum meneliti lebih jauh nash nash yg ada agar dapat menghubungkan antara kaidah-kaidah juz-’iyyah (substantif) dengan kaidah-kaidah kulliyyah (inti atau pokok). ia bersandar kepada kaidah Juz-’iyyah untuk merubuhkan kaidah kulliyah. sehingga sekilas terlihat ia seolah telah menyelami seluruh maknanya padahal ia tidak mengetahui inti yg dimaksud. oleh sebab itu ia sangat mudah tersesat dan kehilangan arah serta kehilangan tujuan. Ia laksana orang yg berjalan tak tentu arah di malam kelam.

Paham dangkal ini merupakan malapetaka yg menimpa kaum muslimin. hingga kelak orang-orang yg berpemahaman dangkal ini akan keluar bersama Dajjal- semoga Alloh melindungi kita dari musibah yg ditimbulkannya dan memelihara kita dari syubhat-syubhatnya, sebagaimana yg telah dikabarkan oleh ash-Shaadiqul Mashduuq Shalallahu alaihi wasallam.

Malapetaka paham yang dangkal, yang telah melahirkan sikap ekstrim dan berlebih-lebihan dalam agama dan telah menjadi terminal tempat berkumpul bagi kaum khawarij dahulu dan sekarang, inilah yg telah mengobarkan fitnah-fitnah (pertumpahan darah) dan membangkitkan perselisihan si sepanjang zaman.