Belajar & BelAjar

Dalil-dalil tentang al-Iman (dari kitab al iman Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah)

“Kamu tidak akan mendapati suatu kaum yang beriman kepada Alloh dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Alloh dan Rasulnya, sekalipun itu bapak-bapak, atau anak-anak atu saudara-saudara ataupun keluarga mereka mereka itulah orang-orang yang telah Alloh tanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka denga pertolongan yang datang dari pada-Nya.” (QS.Al-Mujadilah:22) “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (kami), mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Rabb-nya, sedang mereka tidak menyombongkan diri.” (QS.As-Sajdah:15) “Orang-orang yang telah Kami berikan Al-Kitab kepadanya, Mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya mereka itu beriman kepadanya.” (QS.al-Baqarah:121) “Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Alloh dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Alloh, mereka itulah orang-orang yang benar.” (QS.al Hujurat:15) “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang disebut nama Alloh, gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan karena Rablah mereka bertawakal, (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka. itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya.”(QS.Al-Anfal:2-4) “Dan, mereka berkata,’Kami telah beriman kepada Alloh dan Rasul, dan kami menaati (keduanya).’ Kemudian sebagian dari mereka berpaling sesudah itu, sekali-kali mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman. dan apabila mereka dipangil kepada Allloh dan Rasul-Nya, agar Rasul menghukum (mengadili ) diantara mereka, tiba-tiba sebagian dari mereka menolak untuk datang. Tapi jika keputusan itu untuk (kemaslahatan) mereka, mereka datang kepada rasul dengan patuh. Apakah (ketidakhadiran mereka itu karena) dalam hati mereka ada penyakit atau (karena) mereka ragu-ragu ataukah (karena) takut kalau Alloh dan Rasul-Nya berlaku zalim kepada mereka? Sebenrarnya mereka itulah orang-orang yang zalim. sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila dipanggil kepada Alloh dan Rasul-Nya agar Rasul menghukum (mengadili) diantara mereka ialah ucapan, ‘kami mendengan dan kami patuh.’ Dan, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS.An-Nur:47-51) “Musa berkata, ‘hai kaumku,Jika kalian beriman kepada Alloh, maka bertawakallah kepada-Nya saja, jika kalian benar-benar orang-orang yang berserah diri.” (QS.Yunus:Delapan Empat) ” Sekiranya mereka beriman kepada Alloh, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), Niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrik itu menjadi penolong-penolong.” (QS.Al-Maidah:Delapan satu) “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu sekalian mengambil orang-orang yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (kalian), sebagian mereka adalah pemimpin bagi yang lain. Barang siapa di antara mereka mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. sesungguhnya Alloh tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka, seraya berkata, ‘Kami takut akan mendapat bencana’. mudah-mudahan Alloh akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya) atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. maka karena itu mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka. Dan, orang-orang yang beriman akan mengatakan, ‘Inikah orang-orang yang bersumpah sungguh-sungguh dengan nama Alloh, bahwa mereka benar-benar beserta kalian? Rusak binasalah segala amal mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang merugi.” (QS.Al-Maidah:51-53) Rasulullah Shalallahu ‘alihi wasallam bersabda: “Salah seorang dari kalian tidak beriman sehingga aku lebih dia cintai dari pada cintanya kepada anak, orang tuanya dan semua manusia” Salah seorang diantara kalian tidak beriman sehingga dia mencintai kebaikan bagi saudaranya seperti yang dia cintai bagi dirinya sendiri” “Tidak beriman orang yang tetangganya tidak aman dari gangguannya” (Diambil/dinukil dari: Al-Iman dengan Judul asli “Kitabul-Iman” Karya Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyah.)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s