Halaman Ilmu-nya Agung Riksana


Hadits-Hadits Aisyah Menikah di Usia Muda
November 26, 2008, 5:41 am
Filed under: Hadits Ash-shahih

Hadits-hadits yang meriyawatkan bahwa Ummul Mukminin, Aisyah radiyallahu anha, dinikahi oleh Nabi Shallallahu alaihi wasallam, pada saat beliau masih berusia enam atau tujuh tahun adalah hadits-hadist yang derajatnya SAH, karena diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim didalam kitab Shahih mereka.

Barangsiapa mengatakan hadits ini lemah atau tidak kuat lantaran tidak layak seorang Nabi menikahi anak dibawah umur, mereka HARUS mendatangkan dalil, yang menurut saya tidak akan bisa lantaran telah SAH khabar dari Nabi, sebagaimana hadits-hadits berikut ini.
(more…)



Larangan mencari-cari Masjid (yakni memilih-milih atau berpindah-pindah masjid)
May 29, 2008, 8:33 am
Filed under: Hadits Ash-shahih

Diriwayatkan dai Abdullah bin Umar Radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda:

“Hendaklah seseorang shalat di masjid yg paling dekat dengannya dan janganlah ia mencari-cari masjid”

Hadits sahih, silakan lihat Silsilatul Ahaadiitsish Shahihah (2200)

Kandungan Bab, menurut Syaikh Salim bin Ied al Hilali Rahimahullah:

Al Manawi berkata dalam Faidhul Qadiir (V/392): “Yakni, janganlah ia shalat sekali waktu di masjid ini dan pada waktu lain di masjid lain pula dengan berpindah pindah, karena perbuatan seperti itu tidak baik.”



Ilmu dan Amal
May 29, 2008, 3:15 am
Filed under: Hadits Ash-shahih

Dari Abis al Ghifari, ia berkata, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Segeralah beramal sebelum datang enam perkara berikut: Kepemimpinan orang Jahil, menjamurnya aparat-aparat keamanan, pemutusan tali silaturahim, hukum diperjualbelikan, nyawa tidak ada harganya, munculnya generasi yg menjadikan al quran sebagai nyanyian. Orang-orang mempersilakannya maju padahal ia bukanlah orang yg paling paham dan paling berilmu. Mereka mempersilakannya maju semata-mata karena ia bisa menyenandungkan Al Quran buat mereka!”

Hadits Sahih, sebagaimana telah dijelaskan oleh Syaikh al Albani dalam Silsilatul Ahaadiitsish Shahiihah (979)

kandungan Hadits, menurut Syaikh Salim bin ‘Ied al Hilali:

Jahil terhadap maqaashid syariat dan membicarakannya atas dasar dugaan dan prasangka belaka serta mengomentarinya hanya dengan pandangan sekilas saja tidaklah termasuk ilmu yg berguna. Oleh sebab itu Rasulullah Shallahu alihi wa sallam mensifati kaum Khawarij- yg keluar dari islam sebagai mana anak panah melesat dari busurnya- bahwa mereka membaca al Quran tapi tidak melewati kerongkongan mereka. yakni bacaan itu tidak meresap ke dalam hati mereka. Sekiranya meresap ke dalam hati, tentu akan bersemayam kokoh dan bermanfaat baginya sebagaimana dikatakan oleh Abdullah bin Mas’ud. Mereka berpuas diri dengan pemahaman yg dangkal. Mereka hanya berpatokan kepada makna harfiah atau arti tekstual saja.

Lemah pandangan dan lemah agama serta minimnya pengetahuan tentang agama. Tidak mengetahui rahasia dan maksudnya, sehingga ia menganggap dirinya masuk dalam barisan ulama atau fuqaha. Padahal ia termasuk dalam deretan orang2 jahil. ia berkutat dengan secuil ilmu yang ia miliki, tanpa pegangan dan tanpa ikatan. ia hanya melihat secara garis besar saja dan belum meneliti lebih jauh nash nash yg ada agar dapat menghubungkan antara kaidah-kaidah juz-’iyyah (substantif) dengan kaidah-kaidah kulliyyah (inti atau pokok). ia bersandar kepada kaidah Juz-’iyyah untuk merubuhkan kaidah kulliyah. sehingga sekilas terlihat ia seolah telah menyelami seluruh maknanya padahal ia tidak mengetahui inti yg dimaksud. oleh sebab itu ia sangat mudah tersesat dan kehilangan arah serta kehilangan tujuan. Ia laksana orang yg berjalan tak tentu arah di malam kelam.

Paham dangkal ini merupakan malapetaka yg menimpa kaum muslimin. hingga kelak orang-orang yg berpemahaman dangkal ini akan keluar bersama Dajjal- semoga Alloh melindungi kita dari musibah yg ditimbulkannya dan memelihara kita dari syubhat-syubhatnya, sebagaimana yg telah dikabarkan oleh ash-Shaadiqul Mashduuq Shalallahu alaihi wasallam.

Malapetaka paham yang dangkal, yang telah melahirkan sikap ekstrim dan berlebih-lebihan dalam agama dan telah menjadi terminal tempat berkumpul bagi kaum khawarij dahulu dan sekarang, inilah yg telah mengobarkan fitnah-fitnah (pertumpahan darah) dan membangkitkan perselisihan si sepanjang zaman.