Belajar & BelAjar

Ilmu dan Amal

Dari Abis al Ghifari, ia berkata, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Segeralah beramal sebelum datang enam perkara berikut: Kepemimpinan orang Jahil, menjamurnya aparat-aparat keamanan, pemutusan tali silaturahim, hukum diperjualbelikan, nyawa tidak ada harganya, munculnya generasi yg menjadikan al quran sebagai nyanyian. Orang-orang mempersilakannya maju padahal ia bukanlah orang yg paling paham dan paling berilmu. Mereka mempersilakannya maju semata-mata karena ia bisa menyenandungkan Al Quran buat mereka!”

Hadits Sahih, sebagaimana telah dijelaskan oleh Syaikh al Albani dalam Silsilatul Ahaadiitsish Shahiihah (979)

kandungan Hadits, menurut Syaikh Salim bin ‘Ied al Hilali:

Jahil terhadap maqaashid syariat dan membicarakannya atas dasar dugaan dan prasangka belaka serta mengomentarinya hanya dengan pandangan sekilas saja tidaklah termasuk ilmu yg berguna. Oleh sebab itu Rasulullah Shallahu alihi wa sallam mensifati kaum Khawarij- yg keluar dari islam sebagai mana anak panah melesat dari busurnya- bahwa mereka membaca al Quran tapi tidak melewati kerongkongan mereka. yakni bacaan itu tidak meresap ke dalam hati mereka. Sekiranya meresap ke dalam hati, tentu akan bersemayam kokoh dan bermanfaat baginya sebagaimana dikatakan oleh Abdullah bin Mas’ud. Mereka berpuas diri dengan pemahaman yg dangkal. Mereka hanya berpatokan kepada makna harfiah atau arti tekstual saja.

Lemah pandangan dan lemah agama serta minimnya pengetahuan tentang agama. Tidak mengetahui rahasia dan maksudnya, sehingga ia menganggap dirinya masuk dalam barisan ulama atau fuqaha. Padahal ia termasuk dalam deretan orang2 jahil. ia berkutat dengan secuil ilmu yang ia miliki, tanpa pegangan dan tanpa ikatan. ia hanya melihat secara garis besar saja dan belum meneliti lebih jauh nash nash yg ada agar dapat menghubungkan antara kaidah-kaidah juz-‘iyyah (substantif) dengan kaidah-kaidah kulliyyah (inti atau pokok). ia bersandar kepada kaidah Juz-‘iyyah untuk merubuhkan kaidah kulliyah. sehingga sekilas terlihat ia seolah telah menyelami seluruh maknanya padahal ia tidak mengetahui inti yg dimaksud. oleh sebab itu ia sangat mudah tersesat dan kehilangan arah serta kehilangan tujuan. Ia laksana orang yg berjalan tak tentu arah di malam kelam.

Paham dangkal ini merupakan malapetaka yg menimpa kaum muslimin. hingga kelak orang-orang yg berpemahaman dangkal ini akan keluar bersama Dajjal- semoga Alloh melindungi kita dari musibah yg ditimbulkannya dan memelihara kita dari syubhat-syubhatnya, sebagaimana yg telah dikabarkan oleh ash-Shaadiqul Mashduuq Shalallahu alaihi wasallam.

Malapetaka paham yang dangkal, yang telah melahirkan sikap ekstrim dan berlebih-lebihan dalam agama dan telah menjadi terminal tempat berkumpul bagi kaum khawarij dahulu dan sekarang, inilah yg telah mengobarkan fitnah-fitnah (pertumpahan darah) dan membangkitkan perselisihan si sepanjang zaman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s